Beranda > Artikel > Kenakalan Anak SD

Kenakalan Anak SD

smiling-children

Anak memang tidak sama dengan orang dewasa, jalan pemikiran anak masih sering kali dikuasai oleh emosinya yang mengarah pada keinginan – keinginan bermain. Apabila setiap keluarga disoroti kemungkinan akan ada tidaknya persoalan dengan anak, maka akan terlibat macam-macam derajat kesulitan. Bahkanmungking saja bahwa tidak semua keluarga menyadari adanya suatu kesulitan. Permasalahan yang di sebabkan oleh kenakalan anak, justru sering menyangkut pihak – pihak lain. kenakalaan anak pada umumnya masih bersifat seperti.

1. Keras Kepala

Anak yang suka membantah terhadap orang lain, tetapi tidak ada alasan yang diajukan, anak yang keras kepala selain dilingkungan keluarga dapat juga dilingkungan sekolah. Anak yang keras kepala biasanya bertujuan untuk menyembunyikan kelemahan bathin yang ada pada dirinya. Anak keras kepala sering timbul dikalangan anak-anak setelah mereka mencapai umur tujuh tahun. Anak-anak memperlihatkan sikap dengil  itu dalam wujud suka membantah, suka ngada-ada.

2. Berbohong

Berbohong adalah salah satu cara anak untuk melindungi diri biasanya hal ini dilakukan kalu ia malu, takut.

Kedua masalah itu merupakan masalah yang sering kita dengar. Oleh karena itu sebagai seorang guru kita harus pandai dalam menggondisikan siswanya. Selain itu juga berkoor dinasi dengan orang tua siswa. Berikut cara untuk mengatasi kjenakalan anak usia SD.

pertama, pendidikan keluarga pertama dan utama. Jado faktor keluarga sangat berpengaruh dalam penentuan sikap anaknya.

Kedua, kerjasama antara pihak sekolah dengan pihak keluarga.

Ketiga, Peran dan fungsi guru dioptimalkan. Guru harus dapat mengendalikan kondisi dengan berbagai cara apapin sesuai dengan kaidah yang berlaku.

Keempat, Peran guru bimbingan konseling (BK). Guru BK sangat diperlukan karena dalam hal ini guru BK mempunyai keahlian dalam penanganan masalah ini.

Memang harus kita menyadari bahwa tanggung jawab mengatasi masalah diatas adalah tanggung jawab bersama. Baik orang tua, sekolah, guru dan semua pihak yang peduli terhadap masalah anak. Sehingga problematika siswa yang terjadi diatas bisa dicegah dan terselesaikan.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: